Langsung ke konten utama

Teks Ceramah


Ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan sebagainya. Ceramah bersifat umum. Adapun struktur teks ceramah sebagai berikut ini.

1. Pembuka

Pembuka merupakan struktur pertama dalam teks ceramah. Bagian pembuka pada teks ceramah berisi salam pembuka, kalimat pembuka, dan pengenalan isu yang akan dibahas.

2. Isi

Bagian isi merupakan inti pembahasan dari topik teks ceramah. Bagian isi pada teks ceramah berisi serangkaian pendapat dari pembicara maupun argumen berdasarkan fakta.

3. Penutup

Penutup merupakan struktur terakhir dalam teks ceramah. Pada bagian ini terdapat penegasan ulang yang berisi kesimpulan, permohonan maaf, dan salam penutup.

Selain itu, ceramah memiliki perbedaan dengan pidato dan khotbah. Berikut ini adalah perbedaan ceramah, pidato dan khotbah.

 Ceramah
 Pidato
Khotbah 
Isi dan topikmya umum (nasihat atau pengetahuan)
Isi dan topiknya umum (persuasif) 
Isi dan topiknya tentang keagamaan 
Waktunya bebas
Waktunya bebas
Waktunya tertentu 
Komunikasi dua arah
Komunikasi satu arah 
Komunikasi satu arah
Pendengarnya kalangan umum
Pendengarnya kalangan umum 
Pendengarnya kalangan agama tertentu 
Di tempat bebas
Di forum resmi 
Di tempat ibadah

Untuk menyusun teks ceramah dengan benar, maka terdapat kaidah kebahasaan dalam teks ceramah. Kaidah kebahasaan teks ceramah yaitu sebagai berikut.

1. Menggunakan kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan.

2. Menggunakan peristilahan berkenaan dengan topik yang dibahas, seperti sarkastis. 

3. Menggunakan konjungsi kausalitas, seperti sebab, karena, dengan demikian, oleh karena itu.

4. Menggunakan konjungsi temporal, seperti sebelum itu, kemudian, pada akhirnya.

5. Menggunakan kata kerja mental, seperti diharapkan, memprihatinkan, menyimpulkan.

6. Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya.

 Setelah mempelajari tentang teks ceramah, maka perhatikan contoh teks ceramah berikut ini.

Cegah Global Warming

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan langit dan bumi. Atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada hari ini. Tidak lupa salawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad.

Hadirin yang berbahagia.

Tidak terasa bahwa kita sedang melewati musim kemarau yang cukup lama. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang sudah mengalami kekeringan. Bahkan ada beberapa daerah yang hutannya mengalami kebakaran, sehingga polusi di daerah tersebut sangat memprihatinkan. Belum lama ini, ada data dari pemerintah bahwa daerah di Kalimantan Timur dan Palembang masuk ke tingkat udara sangat berbahaya. Maka kita yang belum merasakan kekeringan harus bersyukur. Bersyukur dengan cara menghemat air, menjaga lingkungan sekitar, dan melakukan reboisasi. Jika dilihat, sepertinya lahan hijau lebih sempit dibanding lahan untuk gedung-gedung pencakar langit dan perumahan. Untuk mengatasi hal semacam itu, kita harus bisa mengimbangi dengan cara memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah kita untuk penghijauan dan membuat lubang serapan air. Semua itu kita lakukan untuk mencegah pemanasan global yang semakin parah. Dengan penghijauan yang dilakukan bersama-sama, tanpa disadari itu juga dapat mempererat hubungan gotong-royong antar warga. Tetapi, tidak lupa juga setelah musim kemarau selesai dan memasuki musim penghujan kita harus rajin membersihkan saluran air.

Hadirin yang berbahagia.

Alangkah senangnya jika kita dapat mengurangi global warming. Dengan gerakan-gerakan yang kita lakukan untuk hal ini, dapat kita jadikan bekal untuk generasi-generasi mendatang.

Hadirin yang berbahagia.

Dengan demikian, hendaklah kita menjaga kesejukan dan kenyamanan lingkungan di sekitar kita. Jangan malu dan jangan ragu untuk melakukan hal-hal semacam ini, terutama bagi generasi muda. Saya rasa sekian yang dapat saya sampaikan, untuk itu lebih kurangnya mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Pendek

Cerita pendek adalah salah satu karya sastra yang memusatkan cerita pada satu tokoh dalam satu situasi. Ada beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen, diantaranya sebagai berikut. 1. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai yang menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan. Contoh nilai agama, yaitu "Nando segera pergi ke masjid saat mendengar panggilan salat." 2. Nilai Moral Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan akhlak dan budi pekerti. Contoh nilai moral, yaitu kejujuran. 3. Nilai Budaya Nilai budaya adalah nilai yang berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan yang selalu dilakukan yang telah menjadi budaya dalam kehidupan. Contohnya melakukan ronda setiap malam. 4. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menyangkut sikap ataupun hubungan antar sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nilai sosial, yaitu tolong-menolong dalam hal kebaikan saat orang lain membutuhkan bantuan. ...

Contoh Teks Eksplanasi

Banjir Lenteng Agung Banjir merupakan peristiwa yang terjadi karena meluapnya air yang tidak tertampung oleh sungai atau saluran air. Di Jakarta, banjir merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai wilayah, khususnya di Jakarta Utara. Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa banjir dapat terjadi di wilayah lain, salah satunya di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di Lenteng Agung. Banjir di Lenteng Agung sering terjadi saat musim hujan, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga menyumbat aliran air. Ketinggian banjir di Lenteng Agung bisa mencapai 1,2 meter dan merendam puluhan rumah warga. Tercatat pada tahun 2018, terdapat 51 rumah terendam banjir. Selain itu, banjir juga mengganggu akses jalan, dan petugas PLN juga harus turun ke perumahan warga untuk mematikan listrik agar tidak terjadi kerusakan atau korsleting listrik. Dampak yang ditimbulkan dari banjir,...