Langsung ke konten utama

Cerita Pendek

Cerita pendek adalah salah satu karya sastra yang memusatkan cerita pada satu tokoh dalam satu situasi. Ada beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen, diantaranya sebagai berikut.

1. Nilai Agama

Nilai agama adalah nilai yang menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan. Contoh nilai agama, yaitu "Nando segera pergi ke masjid saat mendengar panggilan salat."

2. Nilai Moral

Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan akhlak dan budi pekerti. Contoh nilai moral, yaitu kejujuran.

3. Nilai Budaya

Nilai budaya adalah nilai yang berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan yang selalu dilakukan yang telah menjadi budaya dalam kehidupan. Contohnya melakukan ronda setiap malam.

4. Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang menyangkut sikap ataupun hubungan antar sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nilai sosial, yaitu tolong-menolong dalam hal kebaikan saat orang lain membutuhkan bantuan.

5. Nilai Ekonomi

Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan keadaaan ekonomi atau kegiatan ekonomi sehari-hari. Contohnya, yaitu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Berikut ini adalah contoh cerita pendek.

Rabu Pagi

Udara dingin dan sejuk mulai menyelimuti kamar tidurku. Aku mendengar suara percikan air yang berasal dari akuarium. Suasana itu menambah kelelapan dan kenyamanan dalam tidurku. Tetapi, semua itu berakhir setelah ibuku masuk ke kamar dan membangunkanku untuk sekolah.

Tak terasa, waktu cepat sekali berlalu. Sekarang, sudah waktunya aku bersiap-siap ke sekolah. Setelah dibangunkan oleh ibuku, aku segera ke kamar mandi. Setelah mandi, aku memakai seragam sekolah yang sudah tersedia di kamar.

"Dik, sudah selesai?" tanya ibuku dari dapur.

"Belum."

"Kalau sudah selesai sarapan," sambung ibuku.

"Iya. Nanti aku sarapan," sahutku dari dalam kamar.

Hari ini aku memang sedang tidak menunaikan salat. Jadi, selesai memakai seragam aku langsung mengambil makanan untuk sarapan. Suasana pagi di rumahku memang sibuk, karena kakak-kakakku juga berkemas-kemas untuk berangkat kerja. Terkadang, aku dan kakakku juga beradu waktu untuk melakukan suatu hal secara bersamaan.

Pukul 06.15 aku selesai sarapan. Kemudian, aku memasukkan bekalku dan memakai sepatu sekolah. Setelah itu, aku berpamitan dengan orang tuaku.

"Ma, aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum," pamitku kepada ibu sambil mencium tangannya.

"Wa'alaikumussalam," jawab ibuku.

Ibuku selalu mengingatkanku untuk berhati-hati di jalan. Aku mulai melangkahkan kakiku keluar dari rumah sambil membaca doa keluar rumah. Jarak sekolahku dengan rumah memang tidak terlalu jauh. Jadi, aku menempuh perjalanan sekolah dengan jalan kaki. Di jalan, aku berpapasan dengan  temanku saat SD yang juga menjadi tetanggaku. Kami saling tersenyum dan bertegur sapa.

Langkahku semakin aku percepat agar tidak terlambat sampai di sekolah. Akhirnya, setelah 10 menit perjalanan aku sampai di sekolah. Semua murid yang sampai di sekolah disambut dengan guru-guru. Itulah kebiasaan yang telah menjadi budaya di sekolahku. Aku pun mulai menaiki tangga untuk ke kelasku yang terletak di lantai tiga. Kemudian, setelah 5 menit aku duduk di kursiku suara tadarus pagi dari speaker mulai dibunyikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa dan menyanyikan lagu "Indonesia Raya". Hari ini adalah hari Rabu, yaitu mata pelajaran pertama Bahasa Indonesia. Hari ini, kelasku kembali diajar lagi dengan Pak Makmun setelah beberapa minggu diajarkan oleh Kak Yolla. Hari ini juga, kami diberikan tugas oleh Pak Makmun untuk membuat cerpen dengan waktu 60 menit. Kami segera membuat cerpen itu. Akhirnya, aku dapat menyelesaikannya sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Teks Eksplanasi

Banjir Lenteng Agung Banjir merupakan peristiwa yang terjadi karena meluapnya air yang tidak tertampung oleh sungai atau saluran air. Di Jakarta, banjir merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai wilayah, khususnya di Jakarta Utara. Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa banjir dapat terjadi di wilayah lain, salah satunya di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di Lenteng Agung. Banjir di Lenteng Agung sering terjadi saat musim hujan, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga menyumbat aliran air. Ketinggian banjir di Lenteng Agung bisa mencapai 1,2 meter dan merendam puluhan rumah warga. Tercatat pada tahun 2018, terdapat 51 rumah terendam banjir. Selain itu, banjir juga mengganggu akses jalan, dan petugas PLN juga harus turun ke perumahan warga untuk mematikan listrik agar tidak terjadi kerusakan atau korsleting listrik. Dampak yang ditimbulkan dari banjir,...